Текст песни
Woah ha! Woo! Ye hey! Pagi datang membawa berita, angka-angka naik Tanpa jeda. Beras, minyak, gula, dan cabai, Melesat tinggi bagai layang-layang. Di warung kecil ibu menghela, menghitung receh Yang tersisa. Anak bertanya kapan makan enak, Jawabnya hanya senyum ibu yang retak. Katanya negeri sedang baik-baik saja, Tapi dapur kami penuh tanda tanya. Harga terbang sampai ke langit, Perut rakyat masih terhimpit. Yang miskin makin tenggelam, di dalam gelombang Malam kelam. Gaji hanya lewat bagai air mengalir, Tagihan datang mengetuk pintu. Yang kaya makin muncit perutnya, Yang kecil makin tipis harapannya. Sawah hijau masih terbentang, namun petani sulit Tersenyum senang. Keringat jatuh membasahi bumi, Uang hilang entah ke mana pergi. Di jalan kota lampu gemerlap, pidato manis Terdengar lengkap. Namun suara dari gang sempit, masih kalah oleh riuh Di meja rapat. Katanya angka ekonomi tumbuh tinggi, Mengapa hidup terasa makin Sulit? Kami bukan meminta istana, hanya ingin Hidup yang sederhana. Beras cukup untuk semangkuk padi, Dan mimpi yang tak dicuri inflasi. Kami bukan mencari kuasa, hanya ingin Didengar suaranya. Sebab negeri berdiri tegap dan kuat, Di pundak rakyat yang Payah. Hei, hei, hei, hei! Dengarkan suara jalanan. Dengarkan suara jalanan. Hei, dengarkan suara perut Kelaparan. Hei, jangan tutup telinga. Jeritan ini nyata. Harga terbang sampai ke langit, Perut rakyat masih terhimpit. Jika hati masih bernyawa, dengarlah suara Mereka. Karena negeri tak akan Bercahaya, bila rakyat terus Merana. Di bawah langit yang sama luasnya, Kami menunggu keadilan tiba. Bukan janji yang berbunga-bunga, Tapi hidup Yang lebih manusia.
VIOLET — Hanya Suara Jalanan
«Hanya Suara Jalanan» — VIOLET. Читайте текст песни и подпевайте с караоке-подсветкой: строки текста подсвечиваются в такт музыке. Слушайте онлайн бесплатно или скачайте mp3. Длительность записи — 5:08. Жанр — Поп.
